sbobet mobile, sbobet wap Sbobet judi online sbobet Maxbet Casino online,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Berita Bola Online Kesantunan Pesepakbola

Kesantunan Pesepakbola

Kesantunan Pesepakbola

Berita Bola Online – Evan Dimas memimpin rekan-rekannya keluar dari lorong stadion. Dengan ban kapten di lengannya, dia juga memegang bendera kecil PSSI untuk diserahkan kepada tim lawan. Tapi sebelum memasuki lapangan dia juga mengawali sebuah ritual yakni; mencium tangan pelatih tim nasional U-19; Indra Sjafri. Anda yang memperhatikan tim nasional U-19 bertanding sejak awal Piala AFF U-19 digelar pasti akan mengetahui tentang ini. Bahkan tidak perlu dari awal, cukup tonton pertandingan final sejak sebelum pertandingan dimulai maka anda akan melihat hal ini juga. Sebuah keteladanan ditunjukkan, sebuah kesantunan diperlihatkan oleh Evan Dimas dan kawan-kawan seolah menguatkan komentar Bung Valen yang mengutip kata-kata para pahlawan nasional.

Kesantunan atau dalam segi yang lebih luas dan dalam konteks sepak bola adalah fair play seharusnya memang ada dalam diri para pemain sepak bola. Mental sopan santun ini memang bukan lantas menjadikan pemain lembek tetapi pemain harus jujur dan tidak curang. Perkara kemudian ada tekel yang membuat celaka hal itu bisa saja terjadi karena kesalahan kedua belah pihak asalkan kemudian pemain yang membuat cedera itu meminta maaf. Seorang pemain yang fair play tentu tidak akan melakukan tindakan yang tidak terpuji dan akhirnya membuatnya menyesal.

Kita bisa lihat bahwa pemain yang dicintai adalah pemain yang tidak neko-neko. Contoh paling mudah adalah ketika dihadapkan dua nama ini: Mario Balotelli atau Samuel Eto’o mana yang lebih anda sukai? Mohon maaf, bukan maksud menyinggung fisik kemudian, bahwa kedua pemain ini hitam agar sama-sama seimbang, kalau kedua pemain yang diperbandingkan kulit hitam dan kulit putih tidak bisa disangkal pemain yang berkulit putih yang lebih disukai. Ternyata survei pertanyaan yang dilakukan di Inggris tersebut kebanyakan menjawab bahwa para responden lebih menyukai Eto’o. Kenapa? Karena Eto’o lebih mudah diatur dan disiplin. Apa yang diperintahkan oleh pelatih pasti akan Eto’o turuti. Bahkan ada anekdot ketika Inter Milan dilatih oleh Jose Mourinho dan melawan Barcelona: Eto’o bahkan ikut dijadikan pemain bertahan oleh Mourinho!

Para fans akan lebih respek dan hormat terhadap para pemain yang tidak brutal. Eric Cantona pernah menjadi pesakitan dan dihukum secara moral oleh publik karena melakukan tendangan kung fu ke arah bangku penonton. Kemudian, Cantona meminta maaf. Memang kesalahan seperti itu tidak semestinya terjadi. Di Indonesia kita mempunyai Bambang Pamungkas sebagai pemain dengan kesantunan luar biasa. Dia tidak akan memprotes wasit secara berlebihan. Juga selalu menuruti apapun instruksi pelatih. Bahkan di akhir karirnya dia rela hanya menjadi pemain cadangan dan hanya bertugas menyemangati rekan-rekannya di lapangan atau sekadar memimpin latihan. Sebuah keteladanan yang seharusnya ditiru pemain-pemain muda. Evan Dimas dan kawan-kawan sepertinya akan menjadi pemain dengan kesantunan luar biasa seperti itu. Kita doakan saja. Berita Bola Online