sbobet mobile, sbobet wap Sbobet judi online sbobet Maxbet Casino online,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Bola Online Monaco Dan PSG Merusak Persaingan Ligue 1

Monaco Dan PSG Merusak Persaingan Ligue 1

Monaco Dan PSG Merusak Persaingan Ligue 1

Bola Online – Meski berniat untuk membangun pemerhati Ligue 1 di musim kompetisi mendatang, persaingan tim promosi AS Monaco dan klub ibukota Paris Saint Germain dianggap tidak sehat. Setidaknya 250 juta euro sudah dikeluarkan kedua klub tersebut pada bursa transfer musim panas ini. Hal ini justru diungkapkan oleh top agen kedua klub itu. “Pusat belanja klub Prancis saat ini sebanyak 18 kontestan, sebagaimana hal ini diperhatikan oleh Ligue 1,” ungkap Frederic Guerra, yang menjadi agen perwakilan pemain Maxime Gonalons, Loic Remy dan Clement Grenier.

“Beberapa 40 juta euro lainnya dikeluarkan oleh klub Prancis lainnya, melawan 250 juta euro dari Paris Saint-Germain dan AS Monaco, yang kini menjelma sebagai klub kaya Prancis.” Sementara Bruno Satin, direktur global IMG, yang berurusan dengan lebih dari 200 pemain di seluruh dunia, mengatakan: “Ketika mereka memasuki bursa transfer, mereka tidak membeli Prancis. Mereka tidak memberikan kesempatan klub (Prancis) lain, untuk menghasilkan uang dan aktif di bursa pemain. Permasalahannya adalah, tidak banyak pemain di Ligue 1 yang standar permainannya cukup untuk mengimbangi kedua klub tersebut (AS Monaco dan Paris Saint-Germain).

Sementara sang juara bertahan Paris Saint-Germain di dukung oleh Qatar Sports Investments, yang sudah mengeluarkan dana lebih dari 300 juta euros untuk membelanjakan pemain baru sejak mengambil alih 2011. Di lain kesempatan AS Monaco menjadi salah satu klub yang sukses mendapatkan pemilik kaya asal Rusia, Dmitry Ryubolovnev. Sebagai contoh di bursa musim panas ini, Paris Saint-Germain mengeluarkan dana mencapai 64 juta euro untuk seorang Edinson Cavani, yang didatangkan dari klub Italia, Napoli. Sementara winger Prancis Lucas Digne, merupakan satu-satunya pemain lokal yang direkrut dari Lille senilai 15 juta euro.

Klub-klub papan bawah Ligue 1 lainnya tentu masih memikirkan faktor krisis ekonomi global dan menurut Satin, klub-klub Prancis keseluruhannya melakukan kekeliruan dalam memperhitungkan nilai seorang pemain. “Ada masalah yang sangat Prancis, yaitu mereka seharusnya memperbaiki harga seorang pemain sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh suatu klub, hal ini harus dilakukan demi menyeimbangkan arus keuangan klub itu,” lanjut Satin. “Sebagai contoh, misalnya mereka mengatakan ‘saya butuh enam atau tujuh juta euro untuk menyeimbangkan keuangan klub, lalu kedua pemain yang saya jual bernilai enam hingga tujuh juta euro.’ Namun kedua hal ini tidak ada yang berkaitan.

Permasalahan utama Ligue 1 adalah pendapatan dari pemain-pemain itu sendiri yang terlalu tinggi. Pihak klub sepertinya terlalu memanjakan sejauh gaji yang diinginkan. “Anda membayar sangat tinggi, bahkan gaji yang sangat baik terlalu sering untuk pemain kelas rata-rata yang dikontrak tiga hingga empat tahun. Anehnya, ketika anda mengetahui hal tersebut kurang menguntungkan untuk tim, namun anda masih harus membayarnya. Bola Online