sbobet mobile, sbobet wap Sbobet judi online sbobet Maxbet Casino online,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Di Canio Tolak Tangani Lazio

Di Canio Tolak Tangani Lazio

Di Canio Tolak Tangani Lazio

Mantan pelatih Sunderland Paolo Di Canio belum memiliki rencana untuk kembali ke kampung halamannya. Meski demikian penawaran dari klub raksasa ibukota Lazio sudah tidak mendapatkan jaminan lagi bagi dirinya untuk menukangi tim itu. Setelah kubu Lazio memiliki rencana dalam waktu dekat untuk mendepak pelatih Vladimir Petkovic dari tampuk jabatannya sebagai pelatih kepala pada musim ini, berkenaan atas prestasi buruk di sepanjang musim ini. Belum lagi penawaran yang sudah diterima oleh pelatih berkebangsaan Bosnia & Herzegovina itu untuk menukangi salah satu negara di tim Eropa pada musim panas mendatang. Paolo di Canio melanjutkan hubungan yang tidak harmonis dengan pihak presiden klub, Claudio Lotito, dengan mengecam sang petinggi kalau dirinya tidak akan pernah terlibat lagi di dunia kepelatihan untuk Lazio selama Lotito masih di sana. Pelatih berusia 45 tahun itu mengakhiri karir dengan hasil buruk bagi Sunderland sehingga mendapat surat pemecatan pada September, dan namanya masuk sebagai salah satu kandidat dari beberapa nama yang akan diprediksikan bakal menjadi penerus Petkovic, walau kini dirinya sudah menolak keinginan tersebut.

Pilihan Petkovic memang sudah mutlak untuk beralih profesi dari menangani tingkat klub menjadi tingkat internasional. Karena itu ia tidak menolak pinangan dari Asosiasi Sepakbola Swiss untuk menukangi tim nasional-nya pada Juli mendatang. Di mata pendukung Lazio, Di Canio merupakan salah satu sosok yang paling dicintai dan ia menikmati karir singkat selama dua musim saat masih aktif sebagai pesepakbola, namun karena hubungannya yang tidak harmonis dengan Lotito membuat keputusannya untuk hengkang dari Olimpico. Padahal hubungan Lotito dengan Di Canio sebenarnya tidak patut dipersalahkan sang presiden, yang enggan menawarkan kontrak baru kepada sang penyerang pada 2006, mengingat ia tidak suka cara perayaan gol dari dirinya yang mengandung fasis kepada pendukung ‘ultras’ Lazio.

Ketika mantan pemain West Ham United dan Sheffield Wednesday diwawancarai dengan Gazzetta dello Sport, ia mengatakan: “Saya, melatih Lazio? Dengan adanya Lotito, saya tidak akan penah dalam hidup saya untuk menerimanya. Saya tidak menyukainya, tetapi itu bukan sesuatu hal yang rahasia.” Lazio saat ini berada di peringkat 10 pada klasemen sementara Serie A musim ini, dan hanya selisih enam poin dari tim yang menghuni dasar klasemen, dan Di Canio merasa bahwa masa jabatan Petkovic memang sudah harus diakhiri. “Ini merupakan waktu yang paling tepat dan di sana sudah terdapat ketidakcocokan elemen yang ditangani dengan cara yang kurang berkenan,” tambah Di Canio.

“Mungkin memang benar adanya, kalau sang pelatih sudah tidak memiliki otoritas lagi, atau mungkin memang diperlukan sebuah perubahan. Ini bukan kesalahan dari Petkovic, tetapi sebagai pelatih sulit untuk membawa sebuah proyek ke langkah yang lebih baik mengingat segalanya akan segera berakhir.” Dengan keengganan Di Canio untuk terus melanjutkan pekerjaannya, menurut kabar di Italia Lotito juga sudah memiliki kandidat lainnya termasuk Edy Reja, bila kepergian Petkovic sesuai dengan rencana. Pelatih asal Friuli itu menikmati karirnya selama dua musim sebagai pelatih Lazio yang mundur pada 2012. “Reja? Saya pikir ia tahu dengan baik suasana di ruang ganti,” tutup Di Canio.