sbobet mobile, sbobet wap Sbobet judi online sbobet Maxbet Casino online,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Mampukah Pellegrini memperbaiki Manchester City?

130530100901-manuel-pelligrini-t2-single-image-cut

Mampukah Pellegrini memperbaiki Manchester City?

Berita Piala Dunia – Kurang dari tiga tahun yang lalu, Manuel Pellegrini ditunjuk untuk menjadi pelatih Malaga, tim yang dijuluki “Manchester City of Spain”. Kini, setelah kepergian Roberto Mancini dari Etihad Stadium, pria berpaspor Chili ini mengambil alih kursi kepelatihan Manchester City.

Pellegrini sebenarnya memiliki catatan kelam bersama Real Madrid, saat awal kepemimpinannya sebagai bos klub, dia menjual 2 pemain andalan Real Madrid saat itu, Wesley Sneijder dan Arjen Robben. Dan mendatangkan pemain-pemain baru dengan nilai transfer yang fantastis, seperti Karim Benzema, Kaka, Cristiano Ronaldo, Xabi Alonso. Meskipun ia bersama Real Madrid mampu mengumpulkan 96 poin, namun Pep Guardiola bersama Barcelona berada diatas peringkat mereka, dengan 96 poin hanya mampu membawa Madrid menduduki posisi ke 2 tingkat klasemen. Serta keterpurukan Real Madrid di Liga Champions dibabak 16 besar. Menjadikannya harus angkat kaki dari Santiago Bernabeu, stadion kebanggaan Madrid, dan posisinya digantikan Jose Mourinho di akhir musim.

Pada juli 2010 Pellegrini mengambil alih kursi kepelatihan klub Malaga. Dan kini diakusisikan menjadi pelatih terbaru Manchester city terhitung sejak musim 2013-2014 menggantikan Roberto Mancini yang dianggap gagal karena tidak memberikan 1 trofi pun musim ini untuk Manchester City. Pellegrini merupakan sosok berkepribadian tenang, diplomatic dan bersahaja yang selalu diilustrasikan oleh perilakunya dalam membangun tim Malaga setelah pemecatan oleh Real Madrid pada musim panas 2010. Pellegrini belajar teknik di akhir karirnya bermain, yang membuatnya memiliki julukan “The Engineer”, karena gaya analitis, pendekatan ilmiah untuk sepak bola yang dimainkan oleh timnya, yang bermain menyerang dan menjaga keseimbangan yang baik dan disiplin di sektor pertahanan.

Prestasi yang dimiliki Pellegrini, kepribadiannya yang menyenangkan, serta gaya permainan tim yang diasuhnya yang menghibur membuatnya sangat dihormati di Spanyol oleh para pemain, fans dan media. Manchester City telah melakukan perjudian besar menariknya sebagai pelatih kepala, menggingat prestasinya yang belum teruji dengan baik dalam kurun waktu 1 dekade ini, selain kegagalannya saat menanggani klub besar seperti Real Madrid. City yang disesaki oleh pemain kelas 1 dunia akan merasakan tangan dingin Manuel Pellegrini, dan harapan besar ditanggung oleh Manuel Pellegrini untuk membuat tim ini kembali menjadi juara di liga Inggris yang disebut-sebut sebagai liga terbaik dunia dan mampu membawa timnya bertahan lebih lama di Liga Champions dari apa yang telah dilakukan oleh Roberto Mancini sebelumnya. Halangan Manuel Pellegrini mungkin muncul dari tanah London, Mourinho yang telah kembali kecinta lamanya, Chelsea. Arsene Wenger yang telah lama berpengalaman mengarsiteki Arsenal dan Andre Villas Boas yang semakin padu dengan gaya permainan Totenham Hotspur dan dari tim lain kota Manchester yakni Manchester United dengan arsitek baru David Moyes. Akankah Manuel Pellegrini, “sang insinyur” mampu membangun tim Manchester City untuk unjuk gigi ditanah Britania dan Eropa?